Dia memegang rokoknya dengan canggung, hal yang tidak biasa dengan benda itu. Asapnya keluar malu-malu, habis bukan dihisap. Terdengar suara batuk dari mulutnya, ini asing, ini berbeda, bukan dirinya. Sikapnya berbeda, semua ditunjukkan seolah semua baik-baik saja. Semua tidak baik-baik saja, gerak tubuhnya yang mengatakannya. Setiap hari melihat puntung rokok yang bertebaran di kamar mandi, dalam asbak-asbak, aku terbiasa. Hanya ini, sedikit berbeda, ini seolah bukan duniaku lagi. Aku merasa risih dengan perilaku itu, mulai tidak menyukai dan terganggu. Dia sahabatku, merasa susah senang ingin dibagi, tapi tidak dengan begini.
Sabtu, 14 Maret 2015
Kamis, 12 Maret 2015
Taman
Aku berdiri mematung menghadap taman buatan di sebelah selatan rumah sakit. Melihat rumput-rumput yang bergerak lambat, tetesan hujan yang membasahi setiap daun disana. Tidak ada yang benar-benar bergerak selayaknya manusia, berpindah tempat. Daun-daun bergoyang riang tertiup angin selepas hujan.
Merenung seperti ini serasa tenang dan damai.
Rabu, 11 Maret 2015
Separuh Abad
Kita harus punya sikap untuk memahami dan mengerti seseorang yang sudah menjalani separuh abad hidupnya, bahwa perasaan mereka begitu sensitif, bahwa mereka merasa ingin dihargai. Mereka tidak akan menerima bentakan dan pertikaian mulut dari orang-orang yang lebih sedikit umurnya. Walau mereka berlaku salah atau bahkan tidak menyenangkan, kita harus punya sikap diam. Karena kita diajarkan untuk mengucapkan perkataan baik, atau jika tidak bisa melakukannya sebaiknya berdiam diri.
Seperti sekarang, aku hanya bisa berdiam diri ketika perkataan-perkataan yang terucapkan dari bibir yang selalu bertasbih kepada Tuhan kami itu menyakiti hatiku, perasaanku. Menusuk begitu dalam dan mengalirkan impuls ke saraf mataku untuk mengeluarkan cairan bening. Berisut menutup pintu kamar dengan pelan agar tidak terdengar marah dan frustasi, takut memperkeruh suasana dan mereka semakin tersinggung.
Untuk sahabat tersayang :*
Terkadang merindu dengan keadaan dimana kami tidak membutuhkan tas-tas bermerk yang mahal, atau sepatu heels yang harganya menyerupai dua puluh mangkok bakso. Kami hanya membutuhkan sedikit bensin dan beberapa uang receh untuk membayar karcis-karcis tempat melepas penat setelah ujian sekolah yang begitu melelahkan. Rindu dengan sahabat-sahabat yang datang dan tidak pernah pergi ketika sedang kesusahan, yang sekarang memiliki kesibukan masing-masing. Untuk menyesuaikan waktu luang yang kami punya untuk sekedar bertemu sapa dan mengenang masa-masa terdahulu.
-sahabatmu :')
Jumat, 23 Januari 2015
Aku bahkan tidak tau, kapan aku mulai mencintaimu. Mungkinkah ketika aku menyadari bahwa seseorang yang sudah lama ku tunggu, ku tunggu akan kedatangannya di sela-sela pencarian panjangku. Dan aku menemukanmu. Begitu silau, begitu indah dan begitu mengikat mata ku. Apakah aura mu begitu kuat hingga aku tersadar bahwa aku sudah menemukanmu?